Kamu balas lengkap. Harga, ongkir, lama pengerjaan. Centang dua, biru, lalu sepi. Besoknya kamu buka lagi chat itu dan masih kosong. Buku ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di detik itu, dan apa yang seharusnya kamu ketik sebagai gantinya.
Ambil E-Book Sekarang →Sekali bayar · PDF 111 halaman · langsung terkirim setelah pembayaran

Kamu berdiri di pinggir jalan, lalu bertanya, "Bang, berapa?" Sopirnya tidak mungkin menjawab. Dia belum tahu kamu mau ke mana.
Kalau dia nekat menyebut angka, kamu cuma punya satu cara untuk menilainya: membandingkannya dengan angka lain. Dan siapa pun yang menyebut angka lebih kecil akan menang, walaupun jaraknya belum tentu sama.
Itu yang terjadi tiap kali kamu langsung membalas pertanyaan harga dengan harga. Pembelinya belum sempat cerita mau ke mana, jadi satu-satunya yang bisa dia timbang tinggal angkamu.
Pembeli yang hilang setelah tanya harga
bukan menolak harganya.
Dia belum pernah diajak melihat masalahnya sendiri,
jadi yang dia bandingkan cuma angka.
Contoh ini diambil dari Bab 4. Perhatikan bahwa balasan kedua tidak menyembunyikan harga, tidak memaksa, dan tidak lebih panjang.
Dibaca. Tidak dibalas. Percakapan selesai di kalimat kedua.
Percakapan jalan terus, dan sekarang kamu punya bahan untuk menjawab.
Sepanjang buku ada 27 contoh percakapan seperti ini, ditulis dalam bahasa chat sehari-hari, lengkap dengan penjelasan kenapa kalimatnya disusun begitu. Bukan teori yang harus kamu terjemahkan sendiri jadi kalimat.
Buku penjualan yang serius hampir semuanya ditulis orang yang menjual barang mahal lewat tatap muka atau telepon. Di chat kamu tidak punya nada suara, tidak punya raut wajah, dan pembeli bisa hilang tanpa pamit. Buku ini menyaring mana yang masih jalan di HP dan mana yang tidak.
Tidak ada stok palsu, tidak ada hitung mundur bohongan, tidak ada kalimat yang membuat orang merasa bersalah kalau tidak jadi beli. Bab 13 justru membahas kenapa mendesak orang yang berhati-hati membuat dia kabur, dan apa gantinya.
Inti bukunya ada di Bagian Tiga: empat jenis pertanyaan yang membuat pembeli menyebut sendiri apa yang dia butuhkan. Tiap jenis punya satu bab sendiri, contoh chatnya, dan lembar kerja untuk menulis versimu.
Tidak ada satu pun gagasan yang diaku sebagai temuan sendiri. Tiap bab menyebut dari buku mana asalnya, dan daftar bacaan di halaman belakang menjelaskan bagian apa saja yang diambil dari masing-masing.
"Semua yang kamu baca harus tetap bisa kamu pakai ke saudaramu sendiri tanpa kamu merasa tidak enak."
Ikhlas Syamri, dari Pendahuluan. Kalimat itu jadi ukuran yang dipakai untuk memilih apa yang boleh masuk buku ini dan apa yang tidak.Bukan kumpulan tips lepas. Urutannya mengikuti percakapan sungguhan, dari sapaan pertama sampai pembeli bilang ya. Tiap bab ditutup satu langkah yang bisa kamu kerjakan hari itu juga.
Ditutup halaman "Seluruh Urutannya dalam Satu Halaman": dua belas langkah yang bisa kamu tempel di dekat meja kerja, plus izin jelas untuk melewati langkah yang tidak cocok dengan barangmu.
Gagasan intinya disintesis dari buku-buku ini, dan disebut sumbernya di tiap bab:
Pembayaran aman via Lynk.id · QRIS, transfer bank, e-wallet · file terkirim otomatis
PDF 111 halaman ukuran A5. Setelah pembayaran di Lynk.id berhasil, filenya langsung bisa diunduh dari halaman yang sama, dan tautannya juga dikirim ke email kamu.
Tidak. Contoh yang dipakai hampir di seluruh buku ini justru penjual kue kering rumahan yang jualan lewat WhatsApp, bukan perusahaan. Angka dan bahasa di contoh chatnya semua wajar untuk usaha rumahan.
Halaman penutupnya juga memberi izin jelas untuk melewati langkah yang tidak cocok. Kalau barangmu murah, ada empat langkah inti yang sudah cukup, dan itu ditulis terang-terangan di sana.
Skrip memberimu kalimat. Begitu pembelinya membalas di luar dugaan, skripnya habis dan kamu bingung sendiri.
Buku ini memberimu urutannya plus alasan tiap langkah, jadi kamu bisa menyusun kalimatmu sendiri untuk barangmu sendiri. Contoh chatnya tetap ada, 27 buah, tapi fungsinya sebagai peragaan, bukan sebagai hafalan.
Justru buku ini berpihak ke kamu. Isinya lebih banyak soal bertanya dan mendengarkan daripada soal menjelaskan. Kalimat penutup bukunya begini: orang membeli bukan karena kamu pandai bicara, tapi karena dia mendengar dirinya sendiri mengatakan apa yang dia butuhkan.
Bukan, dan itu batas yang dijaga sepanjang buku. Salah satu sumbernya memang penulis yang terkenal agresif, dan di Pendahuluan saya jelaskan bagian mana dari dia yang saya ambil dan bagian mana yang sengaja saya tinggalkan.
Bab 11 bahkan menutup dengan aturannya sendiri: kalau keberatan yang sama muncul tiga kali, berhenti. Jawabannya memang tidak, dan menghormati itu lebih berharga daripada satu penjualan.
Tidak. Lingkupnya sengaja sempit: dari orang yang sudah mengetik chat ke kamu, sampai dia memutuskan. Soal iklan, konten, dan mendatangkan calon pembeli tidak dibahas di sini.
Rp150.000 harga normalnya. Rp49.000 harga spesial masa peluncuran, dan bisa kembali normal sewaktu-waktu tanpa pengumuman.