E-BOOK · JUALAN LEWAT CHAT

Dia tanya harga.
Kamu jawab.
Lalu hilang.

Kamu balas lengkap. Harga, ongkir, lama pengerjaan. Centang dua, biru, lalu sepi. Besoknya kamu buka lagi chat itu dan masih kosong. Buku ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di detik itu, dan apa yang seharusnya kamu ketik sebagai gantinya.

Ambil E-Book Sekarang →

Sekali bayar · PDF 111 halaman · langsung terkirim setelah pembayaran

Sampul e-book Setelah Dia Tanya Harga
111halaman
13bab, 4 bagian
27contoh chat jadi
9lembar kerja isian
MASALAHNYA

Coba bayangkan kamu naik ojek

Kamu berdiri di pinggir jalan, lalu bertanya, "Bang, berapa?" Sopirnya tidak mungkin menjawab. Dia belum tahu kamu mau ke mana.

Kalau dia nekat menyebut angka, kamu cuma punya satu cara untuk menilainya: membandingkannya dengan angka lain. Dan siapa pun yang menyebut angka lebih kecil akan menang, walaupun jaraknya belum tentu sama.

Itu yang terjadi tiap kali kamu langsung membalas pertanyaan harga dengan harga. Pembelinya belum sempat cerita mau ke mana, jadi satu-satunya yang bisa dia timbang tinggal angkamu.

Pembeli yang hilang setelah tanya harga bukan menolak harganya.
Dia belum pernah diajak melihat masalahnya sendiri, jadi yang dia bandingkan cuma angka.

Satu kalimat itu dibuktikan pelan-pelan sampai Bab 3. Sepuluh bab sesudahnya cuma cara menjalankannya, langkah demi langkah, di kolom chat.
BEDANYA SEBESAR APA

Pertanyaan yang sama.
Dua balasan. Dua nasib.

Contoh ini diambil dari Bab 4. Perhatikan bahwa balasan kedua tidak menyembunyikan harga, tidak memaksa, dan tidak lebih panjang.

Cara biasa
Berapaan kak?
Rp95.000 per toples kak. Ongkir Rp15.000, pengerjaan 3 hari.

Dibaca. Tidak dibalas. Percakapan selesai di kalimat kedua.

Cara buku ini
Berapaan kak?
Dari Rp65.000 sampai Rp95.000 kak, tergantung jenis kue sama ukuran toplesnya. Biar saya nggak asal kasih angka, ini buat berapa orang ya kak?
Buat arisan sih kak, kira-kira 20 orang

Percakapan jalan terus, dan sekarang kamu punya bahan untuk menjawab.

Sepanjang buku ada 27 contoh percakapan seperti ini, ditulis dalam bahasa chat sehari-hari, lengkap dengan penjelasan kenapa kalimatnya disusun begitu. Bukan teori yang harus kamu terjemahkan sendiri jadi kalimat.

KENAPA BUKU INI

Empat hal yang bikin ini beda

BEDANYA 01

Ditulis untuk kolom chat, bukan ruang rapat

Buku penjualan yang serius hampir semuanya ditulis orang yang menjual barang mahal lewat tatap muka atau telepon. Di chat kamu tidak punya nada suara, tidak punya raut wajah, dan pembeli bisa hilang tanpa pamit. Buku ini menyaring mana yang masih jalan di HP dan mana yang tidak.

BEDANYA 02

Tidak ada satu pun trik menekan

Tidak ada stok palsu, tidak ada hitung mundur bohongan, tidak ada kalimat yang membuat orang merasa bersalah kalau tidak jadi beli. Bab 13 justru membahas kenapa mendesak orang yang berhati-hati membuat dia kabur, dan apa gantinya.

BEDANYA 03

Empat pertanyaan yang tinggal kamu salin

Inti bukunya ada di Bagian Tiga: empat jenis pertanyaan yang membuat pembeli menyebut sendiri apa yang dia butuhkan. Tiap jenis punya satu bab sendiri, contoh chatnya, dan lembar kerja untuk menulis versimu.

BEDANYA 04

Semua gagasan disebut sumbernya

Tidak ada satu pun gagasan yang diaku sebagai temuan sendiri. Tiap bab menyebut dari buku mana asalnya, dan daftar bacaan di halaman belakang menjelaskan bagian apa saja yang diambil dari masing-masing.

"Semua yang kamu baca harus tetap bisa kamu pakai ke saudaramu sendiri tanpa kamu merasa tidak enak."

Ikhlas Syamri, dari Pendahuluan. Kalimat itu jadi ukuran yang dipakai untuk memilih apa yang boleh masuk buku ini dan apa yang tidak.
ISI BUKU

13 bab, empat bagian, satu urutan percakapan

Bukan kumpulan tips lepas. Urutannya mengikuti percakapan sungguhan, dari sapaan pertama sampai pembeli bilang ya. Tiap bab ditutup satu langkah yang bisa kamu kerjakan hari itu juga.

Bagian SatuKenapa Chat Berhenti di Harga
BAB 1
Yang Sebenarnya Terjadi Waktu Orang Bilang "Berapa?"Kenapa menjawab harga dengan harga hampir selalu mengakhiri percakapan.
BAB 2
Empat Detik yang Menentukan Sisa PercakapanTiga hal yang dinilai pembeli sebelum dia memutuskan mau lanjut atau tidak.
BAB 3
Dua Jenis Kebutuhan, dan Cuma Satu yang MembeliBedanya keluhan yang lewat begitu saja dan keinginan yang diucapkan.
Bagian DuaMembuka Tanpa Menakuti
BAB 4
Menunda Harga Tanpa Terkesan MenghindarMenyebut rentang, lalu menukarnya dengan satu pertanyaan.
BAB 5
Cermin dan Label, Dua Alat yang Selamat di TeksDua teknik negosiator yang tetap bekerja walau tanpa nada suara.
BAB 6
Sebut Keberatannya DuluanMengucapkan sendiri hal yang dia takutkan, sebelum dia mengetikkannya.
Bagian TigaEmpat Pertanyaan yang Mengubah Chat
BAB 7
Pertanyaan Situasi, dan Kenapa Jangan KebanyakanDua pertanyaan sudah cukup, dan lebih dari itu bikin orang bosan.
BAB 8
Pertanyaan Masalah, Memancing Ketidakpuasan yang Sudah AdaMenggali sampai ketemu kejadian nyata, bukan keluhan umum.
BAB 9
Pertanyaan Implikasi, Memperbesar Tanpa Menakut-nakutiJenis pertanyaan paling kuat dari keempatnya, dan yang paling perlu direm.
BAB 10
Pertanyaan Imbal Hasil, Biarkan Dia yang Menyebut ManfaatnyaTitik ketika pembeli meyakinkan dirinya sendiri, bukan kamu yang meyakinkan.
Bagian EmpatMenutup Tanpa Memaksa
BAB 11
Keberatan Harga Hampir Tidak Pernah Soal HargaDua jenis "kok mahal", dan kenapa cuma satu yang boleh dijawab dengan diskon.
BAB 12
"Betul" Lebih Berharga daripada "Iya"Kenapa chat yang semua dijawab "iya" justru sering berakhir hilang.
BAB 13
Menurunkan Ambang, Bukan MenekanMemperkecil langkah terakhirnya, lalu satu kalimat setelah dia bayar.

Ditutup halaman "Seluruh Urutannya dalam Satu Halaman": dua belas langkah yang bisa kamu tempel di dekat meja kerja, plus izin jelas untuk melewati langkah yang tidak cocok dengan barangmu.

Gagasan intinya disintesis dari buku-buku ini, dan disebut sumbernya di tiap bab:

Neil Rackham, The SPIN Fieldbook Chris Voss, Never Split the Difference Jordan Belfort, Way of the Wolf Dale Carnegie, How to Win Friends and Influence People Robert Cialdini, Influence Alex Hormozi, $100M Offers
YANG KAMU DAPAT

Bukan cuma bacaan, tapi bahan yang bisa dipakai

YANG TIDAK ADA DI BUKU INI

  • Janji penghasilan, target omzet, atau angka "sekian juta dalam sekian hari". Tidak ada satu halaman pun.
  • Skrip sakti yang tinggal ditempel tanpa dipahami. Tiap contoh selalu disertai alasan kenapa kalimatnya begitu, supaya kamu bisa menyusun versimu sendiri.
  • Trik menekan: stok palsu, hitung mundur bohongan, atau kalimat yang membuat pembeli merasa bersalah.
  • Cara mendatangkan calon pembeli baru. Buku ini mulai dari orang yang sudah mengetik chat ke kamu, bukan dari iklan.
UNTUK SIAPA

Jujur saja, ini tidak untuk semua orang

Cocok kalau kamu

  • Jualan lewat WhatsApp, DM Instagram, atau marketplace, dan pembelinya sering hilang setelah tanya harga
  • Sudah punya barang atau jasa yang layak, tapi bingung harus mengetik apa supaya obrolannya jalan
  • Merasa tidak berbakat jualan dan tidak mau jadi orang yang memaksa
  • Barangmu di atas seratus ribuan, jadi pembeli perlu berpikir sebelum memutuskan

Lewati saja kalau

  • Yang kamu cari cara menambah jumlah calon pembeli, bukan cara menutup yang sudah ada
  • Kamu jualan barang di bawah lima puluh ribu yang dibeli tanpa mikir
  • Kamu mengharapkan skrip yang menjamin orang pasti beli. Buku ini tidak menjanjikan itu, karena memang tidak ada
  • Kamu tidak keberatan memakai cara menekan. Buku ini sengaja tidak mengajarkannya
AMBIL SEKARANG

Satu pembeli yang tidak jadi hilang
sudah menutup harga bukunya

  • 111 halaman, 13 bab, satu berkas PDF
  • 27 contoh chat lengkap: yang salah, yang benar, dan kenapa
  • Urutan percakapan dari sapaan pertama sampai pembeli bilang ya
  • Kalimat siap pakai untuk pembeli yang hilang setelah tanya harga
  • 9 lembar kerja isian untuk menyusun balasanmu sendiri
  • Ditulis khusus untuk chat WhatsApp dan DM, bukan teori jualan umum
Rp150.000 Rp49.000
Beli E-Book Sekarang →

Pembayaran aman via Lynk.id · QRIS, transfer bank, e-wallet · file terkirim otomatis

TANYA JAWAB

Sebelum kamu beli

Formatnya apa, dan dikirim lewat mana?

PDF 111 halaman ukuran A5. Setelah pembayaran di Lynk.id berhasil, filenya langsung bisa diunduh dari halaman yang sama, dan tautannya juga dikirim ke email kamu.

Saya jualan kecil-kecilan dari rumah. Ini kejauhan tidak?

Tidak. Contoh yang dipakai hampir di seluruh buku ini justru penjual kue kering rumahan yang jualan lewat WhatsApp, bukan perusahaan. Angka dan bahasa di contoh chatnya semua wajar untuk usaha rumahan.

Halaman penutupnya juga memberi izin jelas untuk melewati langkah yang tidak cocok. Kalau barangmu murah, ada empat langkah inti yang sudah cukup, dan itu ditulis terang-terangan di sana.

Bedanya apa dengan skrip jualan yang banyak beredar gratis?

Skrip memberimu kalimat. Begitu pembelinya membalas di luar dugaan, skripnya habis dan kamu bingung sendiri.

Buku ini memberimu urutannya plus alasan tiap langkah, jadi kamu bisa menyusun kalimatmu sendiri untuk barangmu sendiri. Contoh chatnya tetap ada, 27 buah, tapi fungsinya sebagai peragaan, bukan sebagai hafalan.

Saya bukan tipe orang yang pintar ngomong. Bisa?

Justru buku ini berpihak ke kamu. Isinya lebih banyak soal bertanya dan mendengarkan daripada soal menjelaskan. Kalimat penutup bukunya begini: orang membeli bukan karena kamu pandai bicara, tapi karena dia mendengar dirinya sendiri mengatakan apa yang dia butuhkan.

Apakah ini cara memaksa orang beli?

Bukan, dan itu batas yang dijaga sepanjang buku. Salah satu sumbernya memang penulis yang terkenal agresif, dan di Pendahuluan saya jelaskan bagian mana dari dia yang saya ambil dan bagian mana yang sengaja saya tinggalkan.

Bab 11 bahkan menutup dengan aturannya sendiri: kalau keberatan yang sama muncul tiga kali, berhenti. Jawabannya memang tidak, dan menghormati itu lebih berharga daripada satu penjualan.

Buku ini mengajari cara cari pelanggan baru juga?

Tidak. Lingkupnya sengaja sempit: dari orang yang sudah mengetik chat ke kamu, sampai dia memutuskan. Soal iklan, konten, dan mendatangkan calon pembeli tidak dibahas di sini.

Kenapa harganya turun dari Rp150.000?

Rp150.000 harga normalnya. Rp49.000 harga spesial masa peluncuran, dan bisa kembali normal sewaktu-waktu tanpa pengumuman.

Beli Sekarang